Cerita tidak lazim

Braham lagi sebelnya karena terkena macet di Pasteur sehabis dari jakarta. Lalu ditengah perjalanan dia ketemu temannya, Galileo. Tiba-tiba si Galileo mengajak Braham makan makanan porsi dobel karena kelaparan di tengah kemacetan Pasteur. Sesampai di warung “Mas Aris” mereka menghrapkan makanan yang lezat dan nikmat di santap, ternyata yang ada hanyalah nasi timbel tanpa nasi. Yah apapun makanannya mereka melahapnya dengan santap, ketika sedang makan , ada bpak tua bernama Mbah Euclid bercerita tentang cerita masa mudanya di dunia Fabel. Karena mbah euclid bercerita sangat lantang, tiba-tiba Kang Moses langsung menawari kami dagangan mebelnya suaranya pun keras seperti Mbah euclid. Karena merasa sangat tidak  Braham dan Galileo memutuskan untuk keluar dari warung Mas Aris, waktu melewati jalan Darwin tiba-tiba ban mobil mereka bocor dan mesti nambal dulu di tambal ban. Alangkah jeleknya mereka berdua mendorong mobil tersebut sampai bertemu tambal ban koh “Huang Thi” yang antriannya berjubel dan berdesak desakan. Selagi menunggu giliran nambal, tiba-tiba adeknya Braham meminta dibelikan sambal merk “copernicus”. Akhirnya setelah nambal dan membeli titipan sambal adeknya, mereka sampai rumah. Dan sesampai di rumah Ibu Laurent menyuruh mereka membersihkan dapur. Apes sekali nasib kedua mereka hari ini.

Cerita ini hanya fiktif dan karangan belaka, mohon diperhatikan jika terdapat nama yang sama ya berarti nama kalian sangat pasaran. 🙂 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s